aku rindu
ya rasul, bagaimana kabarmu? adakah kau masih menahan lapar untukku, untuk kami umat-umatmu di masa depan? adakah kau masih memilih untuk hidup serba tak berkecukupan agar terpenuhi seluruh kebutuhan kami, umatmu, di masa depan? apakah kau masih mencintai kami, padahal kami telah sama sekali tak menghargai penderitaan dan cacimaki yang kau jalani demi kebahagiaan kami. betapa jarak aku denganmu ya Rasul, yang memilih hidup bersahaja dan sederhana, mengenakan baju seadanya, bahkan sering kali kau tidur dengan menahan lapar. betapa jarak aku denganmu. betapa khufurnya aku terhadap nikmat yang sedang kukecap selama ini, betapa irinya aku denganmu yang selalu pandai mensyukuri apa yang kau nikmati meskipun terlalu sedikit. sementara aku meminta tanpa pernah berterima kasih, selalu menikmati tanpa bersyukur. betapa jarak aku denganmu, ya rasul. betapa jauh
